Yang Ingin Kaya, Wajib Baca! Tips Menjadi Pebisnis Sukses Ala Utsman bin Affan

Utsman bin Affan dilahirkan pada tahun 573 M dari sebuah keluarga bersuku Quraisy, Bani Umayah. Beliau memiliki nama panjang Utsman bin Affan al-Umawi al-Quraisy. Beliau biasa dipanggil dengan nama Abu Abdillah atau Abu ‘Amr. Nenek moyangnya bersatu dengan nasab Nabi Muhammad SAW pada generasi ke-5. Sebelum masuk Islam, beliau dipanggil dengan sebutan Abu ‘Amr. Beliau memiliki gelar Dzunnurain (memiliki dua cahaya), karena menikahi 2 putri Nabi Muhammad SAW, yaitu Ruqyah dan Ummi Kultsum. Ayahnya bernama Affan dan ibunya bernama Arwa. Utsman bin Affan merupakan kerabat dekat Abu Sufyan. Beliau adalah sahabat Nabi yang pandai membaca dan menulis.


Beliau diangkat menjadi khalifah oleh Majelis Syuro ketika itu. Bakat kepemimpinannya telah terlatih karena beliau berpengalaman dalam memimpin usaha dagang dan ternak. Beliau juga merupakan seorang pengusaha besar kala itu. Meskipun kaya raya, beliau hidup dengan sederhana dan sangat dermawan, sehingga beliau dijuluki sebagai Bapak Zuhud.

Sejak dahulu Utsman bin Affan terkenal sebagai orang kaya sejak zaman dahulu. Bahkan kekayaannya mencapai miliaran rupiah. Untuk itu sebagai seorang Khalifah Utsman bin Affan selalu mempunyai resep tersendiri dengan investasi bisnisnya tersebut.

Bahkan rekeningnya sampai sekarang masih tetap utuh terjaga di suatu bank yang ada di Arab Saudi. Kekayaan yang dimiliki oleh Ustman bin Affan bukan semata-mata bukan hanya untuk kepentingan dirinya saja. Melainkan kekayaan yang dimiliki oleh sahabat Utsman bin Affan digunakan untuk kepentingan berdakwah Islam. Hampir seluruh kekayaan yang dimiliki oleh Utsman bin Affan digunakan untuk keperluan berdakwah maupun berjihad di jalan Allah.

Nah, itu sedikit penjelasan tentang profil singkat Utsman bin Affan r.a. Berikut adalah tips & trik bisnis ala Utsman bin Affan r.a.:

  1. Menjalankan Corporate Social Responsibility Dengan Tangguh
    Inilah kunci kesuksesan yang begitu tergambar di hadapan kita. Para usahawan dari golongan sahabat tidak hanya berdagang untuk diri sendiri, tetapi juga menjalankan kewajiban berbagi dengan sesama. Utsman bin Affan memberikan contoh nyata, dalam mensponsori mobilisasi kaum muslimin dalam Perang Tabuk yang membutuhkan pendanaan yang luar biasa. Utsman bin Affan menginfakkan setidaknya 900 ekor unta lengkap dengan peralatan perangnya, 100 ekor kuda perang, 200 kantong emas, dan ditambah uang tunai sebesar 1.000 dinar. Sungguh jumlah yang amat besar dan membuat Rasulullah SAW kagum, hingga Beliau pun berkata, “Sungguh tidak ada lagi yang akan membahayakan Utsman setelah ini”.
  2. Terjun Langsung Mengelola Bisnis. Utsman bin Affan terkenal sebagai Khalifah yang ulet dalam bekerja. Terutama dalam mengelola bisnisnya. Ia selalu terjun langsung untuk melihat kondisi bisnis yang ia rintis. Selain itu, Utsman bin Affan juga tidak segan memberikan bonus pada para pekerja yang mengelola bisnisnya itu. Bahkan dia selalu bisa memahami masalah kecil yang ada pada bisnis yang ia bangun.
  3. Mengembangkan bisnis dengan ‘rumus sepertiga’. Supaya bisnis bertahan lama, pembagian keuntungannya dibagi 3: sepertiga untuk dinikmati, sepertiga bisa digunakan untuk diputar lagi sebagai modal, dan sepertiganya untuk sedekah
  4. Tidak meremehkan keuntungan walau sedikit. Sebagai seorang Khalifah setelah Umar bin Khattab Khalifah Utsman sendiri dalam mengelola bisnisnya tidak meremehkan seberapapun uang yang didapat. Dia selalu bersyukur sedikit apapun yang didapat dalam berbisnis. Meskipun hasilnya sedikit tapi dia selalu menjadikan semua uang yang ia raih dapat berguna untuk umatnya. Apalagi pada saat itu banyak sekali peperangan seperti perang tabuk. Hal itu membuat Utsman bin Affan selalu bersyukur untuk menjalani jihad di jalan Allah.
  5. Tidak membeli stok barang lama. Demi kualitas layanan yang terbaik, alangkah baiknya tidak membeli stok barang lama. Selain berisiko cepat rusak atau basi, konsumen juga cenderung lebih suka mencari produk yang baru. Jadi alangkah baiknya untuk memiliki stok barang baru, daripada yang lama.
  6. Menjadikan satu modal menjadi dua modal. Apa artinya “satu modal menjadi dua modal”? Coba kita jelaskan denga ilustrasi seperti ini. Katakanlah misal Anda punya 1 kg beras merah yang biasanya dijual Rp 20.000. 1 kg beras merah tersebut bisa Anda bagi 2, yaitu masing-masing setengah kg. Setiap setengah kg bisa dijual dengan harga 12.000 (atau selisih 2000 dari ‘harga normal’). Angka tersebut akan menghasilkan keuntungan lebih tinggi. Dengan cara begini, konsumen yang dilayani pun lebih banyak. Ini bisa menjadi alternatif bagi kita jika memutuskan untuk berdagang.
  7. Menunjukkan Diferensiasi. Dalam waktu yang singkat, beliau sudah menunjukkan diferensiasinya dalam menyediakan jasa pemasok dan produksi. Anti riba dan kejujuran adalah dua dari beberapa banyak prinsip dalam Islam lainnya yang belaiu miliki.
  8. Menginvestasikan modalnya. Sampai saat ini diketahui harta Utsman bin Affan masih tersimpan di bank Arab Saudi. Hal ini tentunya menjadi warisan kepada cucunya. Sehingga saat ini uang milik Ustman bin Affan kini di investasikan menjadi sebuah hotel. Pengelolaan hotel kini dikelola oleh keluarga besar Utsman bin Affan.

Tinggalkan Balasan