Ikuti 7 tips ini agar anak tidak jenuh saat PPKM

Pemerintah telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk menekan laju penularan Covid-19 gelombang dua di kawasan Jawa dan Bali yang secara resmi berlaku mulai 3 juli 2021 – 20 juli 2021. Ini berarti masyarakat hanya diperbolehkan keluar rumah untuk keperluan penting dan mendesak.

Untuk orang dewasa pasti sudah bisa mengatasi kebiasaan ini, tapi bagaimana dengan anak-anak? Biasanya banyak kegiatan yang dilakukan diluar, tapi sekarang masyarakat dianjurkan untuk melakukan kegiatan dari rumah termasuk kegiatan belajar untuk si buah hati. Karena itu, pastinya banyak juga orangtua yang bingung bagaimana membuat anak-anaknya tetap betah di rumah selama PPKM Darurat ini berlangsung. Tapi tenang saja, meskipun dirumah saja ada beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua agar anak-anak mereka tidak bosan saat menjalankan PPKM. Simak penjelasan berikut :

  1. Tetap Tenang. Untuk menularkan sikap tenang kepada anak-anak sudah pasti harus dimulai dari sikap tenang yang Anda tunjukkan. Anda bisa menjadi contoh dengan memperlihatkan bahwa stay at home selama PPKM di rumah sangat menyenangkan.
  2. Buat Spot yang Nyaman. Ciptakan sebuah spot khusus anak-anak dimana tempat tersebut bisa menjadi tempat favorit mereka di dalam rumah. Anda bisa isi spot anak-anak dengan mainan-mainan kesukaan mereka, kertas-kertas dan buku untuk mereka berkreasi, juga buku-buku kesukaan yang mereka sukai.
  3. Dukung Hobi Anak. Terkadang orangtua ingin anak-anaknya melakukan kegiatan yang orangtua mereka inginkan, bukan yang anak-anak inginkan. Anda bisa berdiskusi dengan anak apa hobi mereka yang sesungguhnya. Lalu Anda support hobi mereka agar mereka bisa lebih kreatif dan bisa berekspresi.
  4. Dengarkan Anak. Saat mereka di rumah adalah saat Anda bisa lebih dekat dengan mereka. Jadilah pendengar yang baik. Dengarkan semua cerita mereka, pasti ada banyak hal yang ingin mereka ceritakan kepada Anda. Bisa cerita tentang teman-temannya, mimpi-mimpinya bahkan cita-cita yang ingin mereka wujudkan kelak.
  5. Ganti Fokus. Cara lain untuk menolong anak dalam kondisi PKKM adalah ganti fokus bunda dari mencemaskan anak dan lebih memerhatikan apa yang terjadi saat ini dan menguatkan anak. Anak juga perlu diajarkan untuk mengungkapkan apa yang dia inginkan sehingga kita bisa memahami alasan dari tindakannya.
  6. Dukung Persahabatan Anak. Hubungan pertemanan sangat penting bagi perkembangan psikologis anak, terutama bagi remaja. Orang tua bisa mendukung hubungan pertemanan ini dengan mendorong agar anak-anak tetap terhubung dengan teman-temannya melalui aktivitas daring, seperti video call, dan berselancar di media sosial.
  7. Jujur dan Terbuka. Jujur dan terbuka adalah cara membuat anak merasa memiliki harapan untuk masa depan. “Harapan bukan berarti berpura-pura bahwa semua baik-baik saja, tapi memahami bahwa keadaan bisa berbeda.

Tinggalkan Balasan